Ketika seorang pemimpin geng muda tampak terlalu bodoh untuk menjalankan tugas hariannya secara efektif, atasannya memerintahkannya untuk kembali ke sekolah untuk mendapatkan ijazah sekolah menengahnya. Menyamar sebagai pemuda berusia 19 tahun, ia segera mengetahui bahwa sekolah itu bahkan lebih korup dan kejam. Amarah pun meluap.
